Kata ADIWIYATA berasal dari 2 (dua) Kata “ADI” dan
“WIYATA”. Adi memiliki makna: besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Wiyata
memiliki makna: tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan
etika dalam berkehidupan sosial. Jika secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai
pengertian atau makna: tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh secara
ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar
manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita menuju keada cita-cita
pembangunan berkelanjutan.
Keuntungan yang di peroleh sekolah mengikuti program
Adiwiyata:
Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan
operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya .
Meningkatkan penghematan sumber daya dan energi
Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.
Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah
Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif dimasa yang akan datang.
Menjadi tepat pemebelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.
Mendapatkan program Adiwiyata.
Meningkatkan penghematan sumber daya dan energi
Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.
Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah
Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif dimasa yang akan datang.
Menjadi tepat pemebelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.
Mendapatkan program Adiwiyata.
Visi dan Misi sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan
Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup
Kebijakan peningkatan SDM (tenaga pendidikan dan non pendidikan) dibidang pendidikan lingkungan hidup.
Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam
Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
Kebijakan sekolah untuk mengalokasikan dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup
Kebijakan peningkatan SDM (tenaga pendidikan dan non pendidikan) dibidang pendidikan lingkungan hidup.
Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam
Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
Kebijakan sekolah untuk mengalokasikan dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
Tujuan
Adiwiyata
Tujuan Umum
Membentuk sekolah
peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan
upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi
kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang
Tujuan
Khusus
Mewujudkan warga
sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan
lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan
berkelanjutan.
.
Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata
1.
Partisipatif
Komunitas sekolah
terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan proses
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.
2.
Berkelanjutan
Seluruh kegiatan
harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.
Komponen
Adiwiyata
Untuk mencapai tujuan Adiwiyata ada
empat komponen program yang merupakan satu kesatuan yang utuh.
1.
Kebijakan Berwawasan
2. Pelaksanaan Kurikulum
Berbasis Lingkungan
3.
Kegiatan Lingkungan Berbasis
Partisipasif
4. Pengelolaan Sarana
Pendukung Ramah Lingkungan
Keuntungan Program Adiwiyata
1.
Mendukung pencapaian standar
kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan
dasar dan menengah
2. Meningkatkan
efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan
pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi
3.
Menciptakan kebersamaan warga sekolah
dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif
4. Menjadikan tempat
pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang
baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar
5. Meningkatkan upaya
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran,
pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolah
Konsep 5 R dalam Lingkungan
Cara Menerapkan
Konsep 5 R sendiri berasal
dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu
Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang),
Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali).
Berikut ini
dijelaskan tentang konsep 5 R:
1.
Recycle
Recycle atau
mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada
perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah
materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan
mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
2.
Reuse
Reuse atau
penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang
masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang
umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi
dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah
menggunakan baterai isi ulang.
3.
Reduce
Reduce atau
Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat
mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan.
Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas
sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk
yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti
deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi
potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.
4.
Replace
Replace atau
Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai
barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan
kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat
produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas
belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain.
5.
Replant
Replant atau
penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna
melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di
pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah
dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar
rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global.
Dengan menerapkan
konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan
memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.
Teknik
Pembuatan Kompos
Berikut ini cara pembuatan pupuk yang ramah lingkungan yaitu pupuk kompos
yang berasal dari sampah tanam-tanaman.dan sampah rumah tangga Karena
sampah tanam-tanaman dan sampah rumah tangga kalau di biarkan akan menimbulkan
penyakit, maka sampah tersebut akan di jadikan Pupuk Kompos yang tadinya sampah
sekarangf jadi pupuk.
Caranya :
1.
Kumpulkan
sampah 500 kg yang organik dan nonorganik sampah
2.
Sampah
sampah ini di potong kecil-kecil baik secara manual maupun memakai mesin
pemcacah sampah ,
3.
Sampah
yang terpotong kecil dicampur dedak 1 kg hingga rata ,
4.
Setelah
itu masukkan 20 mm EM 4 yang merupakan bakteri Fermentasi dan di
campur dengan 20 mm Molase dan air tanah, air tanah mutlak diperlukan karena
mempertahan kan mikroba yang diperlukan untuk kesuburan tanaman, campuran bahan
kimia tersebut dipercikkan kedalam sampah yang bercampur dedak, kelembaban
sampah harus dijaga hingga mencapai 40 % kandungan air.
5.
Setelah
selesai sampah di masukkan kedalam tong/karung selama 5 hari dengan kondisi
suhu sampah 500° C setelah dua hari kemudian sudah terjadi Fermentasi dan pupuk
kompos telah siap di gunakan . Sampah harus terlindung dari hujan dan sengatan
matahari jika di taruh dalam ketinggian maksimal 40 cm maka sampah akan berubah
jadi pupuk Kompos
6.
Kompos
siap untuk dipakai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar