Senin, 23 Maret 2015



3re.png hjuh.png   jkkkk.jpeg
3R (REUSE, REDUCE, DAN RECYCLE)
Dalam istilah ilmu lingkungan, kita akan banyak sekali mendengar kata berikut ini yang sering diistilahkan sebagai 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Reuse (Guna ulang) yaitu kegiatan penggunaan kembali sampah yang masih digunakan, baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain. Reduce (Mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah. Recycle (Mendaur ulang) yaitu mengolah kembali sampah menjadi produk baru yang bernilai. Contoh kegiatan 3R dirumah tangga:
Reuse:
  • Gunakan kembali wadah/ kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya, misalnya: botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.
  • Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang.
  • Gunakan baterai yang dapat di charge kembali.
  • Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan.
Reduce
  • Pilih produk dengan pengemas yang dapat didaur ulang.
  • Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill).
  • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
Recycle :
  • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
  • Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
  • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.
Contoh kegiatan 3R di Kampus/fasilitas umum
recycle.jpg
Reuse :
  • Gunakan alat kantor yang dapat digunakan berulang-ulang.
  • Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
  • Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
Reduce :
  • Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
  • Gunakan alat tulis yang dapat diisi ulang kembali.
  • Sediakan jaringan informasi dengan computer (tanpa kertas).
  • Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill).
  • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
Recycle :
  • Olah sampah kertas menjadi kertas/karton kembali.
  • Olah sampah organic menjadi kompos.
Apa yang bias dilakukan di kampus?? Pisahkan barang-barang menjadi 3 bagian penting yang selanjutnya diolah sesuai dengan kepentingan dan kegunaan masing-masing barang.
1. Sampah non organic tidak layak kompos, seperti:
  • Kertas
  • Plastik
  • Gelas/botol/beling
  • Logam, kaleng, besi, seng
  • Karet
  • Potongan lainnya
2. Sampah organic layak kompos, seperti:
  • Sisa sayuran
  • Sisa makanan
  • Dedaunan
  • Dan lain-lain
3. Sampah mengandung B3, seperti:
  • Baterai bekas
  • Jarum refill tinta printer
3R (REUSE REDUCE RECYCLE) SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKITAR
reduce-reuse-recycle - Rifqi.jpgreduce_reuse_recycle.gif
yiu.jpg
Dalam istilah ilmu lingkungan, kita akan banyak sekali mendengar kata berikut ini yang sering diistilahkan sebagai 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.
3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
Melakukan kegiatan 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat kita lakukan setiap Hari. Mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita. Berikut adalah kegiatan 3R (Reuse Reduce Recycle) yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, kantor, ataupun di tempat-tempat umum lainnya.
Contoh kegiatan reuse sehari-hari:
  • Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali.
  • Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.
  • Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
  • Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
  • Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
  • Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan
Contoh kegiatan reduce sehari-hari:
  • Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
  • Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).
  • Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
  • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
  • Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
  • Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.
Contoh kegiatan recycle sehari-hari:
  • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
  • Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
  • Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
  • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.
3R atau (Reuse, Reduce, dan Recycle) sebenarnya sederhana dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun dari 3R yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan di sekitar kita.

Rabu, 25 Februari 2015


BIOPORI
 
Air adalah salah satu bagian terpenting didalam kehidupan kita, saat ini sumber air terbesar yang dimanfaatkan oleh manusia berasal dari air tanah. Di daerah perkotaan, air tanah sudah berkurang hal ini disebabkan oleh semakin sempitnya lahan terbuka yang berfungsi sebagai peresapan air hujan, banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi perumahan, ruko dll. Dengan berkurangnya peresapan maka air hujan langsung mengalir kesungai yang selanjutnya menuju ke laut.
Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian sumber air, langkah nyata kita (sekecil apapun) guna mengembalikan air hujan menjadi air tanah harus segera kita lakukan seperti membuat sumur resapan atau membuat biopori di sekitar rumah kita.
Untuk membuat sumur resapan dibutuhkan lahan yang agak luas dengan ukuran lebar 1m kedalaman 2 – 3m, mungkin hal ini salah satu kendala apabila kita yang berada diperkotaan ingin membuat sumur resapan karena ketersediaan lahan terbuka di pemukiman perkotaan sangat minim. Berbeda dengan lubang resapan biopori yang tidak membutuhkan lahan yang luas sekitar 30 cm² berkedalaman 80 – 100 cm, dengan biaya yang murah kita dapat membuatnya dengan leluasa di sekitar rumah kita.
Biopori merupakan suatu lubang dengan diameter ± 3” berkedalaman antara 80 – 100 cm yang berguna untuk lubang resapan air hujan, biopori juga bisa difungsikan sebagai lubang kompos dari bahan sampah daun kering, maupun sampah basah. Biaya pembuatannya sangat murah sehingga beberapa daerah khususnya diperkotaan sudah menerapkan sistem resapan menggunakan biopori, seperti di daerah “Kampung Terapi” RW 03 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang yang sudah mempunyai lebih dari 100 lubang biopori sehingga di daerah tersebut sudah bebas banjir.
ALAT DAN BAHAN
Dengan menggunakan alat yang sederhana kita bisa membuat lubang biopori di sekitar rumah kita, idealnya jarak antar lubang adalah sekitar 3 meter namun hal tersebut tergantung kebutuhan dan juga lokasinya, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
·         Alat pembuat lubang, ada yang berbentuk screw dan juga ada yang berbentuk garpu (seperti supit kepiting)
·         Pipa paralon Ø 3”, panjang 30 cm beserta tutupnya yang sudah dilubangi
·         Semen
·         Pasir
·         Centong/cetok
·         Linggis
CARA PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI


1.    Pilihlah daerah yang tepat untuk membuat lubang biopori, yaitu pada sekeliling pohon, halaman sekolah, kantor , rumah, dan lain-lain.

2.   Lubangi tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 80-100 cm menggunakan linggis, bamboo, atau alat pengebor biopori (lihat gambar)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBKPlYDZ1wBkxO44GY5sB2CGOqfhtzfUUV8rb5tg62mpmhOo-OEyF5Naipee3ld-ll507Hdd9PmZsuAbTbEzn8X8uP6tmq1plko3Djx9tPMUEcFzFqigy1lkpch51C53Dd5vN-CEv5EFdQ/s200/biopori+utk+interneta.jpg

3.   Perkuat mulut lubang dengan semen sekitar 2-3 cm dan setebal 2cm disekelilingnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZmQtDOCmj3Li35SqrWq-c7HtBPsdVb4vFRvdbfNxEsHUXBXHlZFnuVhCj3cHw08bQolhrpybRtVj5d2EE0b-zsu3c0g2C8eMHc_DZz5BpvzypCIGf520_Tu9Z6vajuKTYsUOpxTuAGbYh/s1600/BIOPORI+4.jpg



4.   Isilah lubang tersebut dengan sampah dapur, dedaunan, pangkasan tanaman atau rumput, sampah kebun.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK3iw6MHSZfldY78b8kzk7DpuLq0Ax172fN0DyDV5JYF1fohY4aP6PvjDzzXpfCb4aSc3-r285oSh9rgO9WnkLPMi09CbjmV8ihefmci6IYF8YtgTfqu-V3sfrFtEmtcPEKYhHeQFdgf9u/s320/diagram_biopori+copy2.png


5.   Jika volume sampah berkurang, isilah kembali dengan sampah-sampah seperti yang disebutkan diatas.

6.   Kompos diambil setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan kembali Lubang Resapan Biopori tersebut.